Video Story: Indonesia

Di minggu keempat ini, video yang gue bikin adalah hasil nanya-nanya ke beberapa orang seputar travelling dan tempat wisata di Indonesia. Ditonton yaa! Semoga pariwisata Indonesia ke depannya lebih baik, lebih maju, dan nggak kalah sama yang di luar yaa!

Article: Live-In Throwback!

Uhuyyy! On this week’s article, I’m going to do a throwback of my live-in moment. Jadi live in ini merupakan program sekolah gue pas kelas XI (2 SMA), yang acaranya adalah kita tinggal di rumah warga di desa selama beberapa hari dan ngerasain hidup di tempat dan seperti mereka. Untuk live in gue kala itu, kita pergi ke Dusun Babadan, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dari tanggal 30 April – 5 Mei 2012.

Back then, perjalanan memakan waktu cukup lama ya, kita berangkat sore dan nyampe keesokan subuhnya gitu. Setelah naik bus, kita sampai di suatu tempat dan kemudian kita naik semacam angkot yang udah dicarter dan kita dianter menuju rumah tempat tinggal kita masing-masing. Tempat tinggal gue dan temen-temen dibagi jadi empat dusun di desa itu, dan di satu rumah ada 2 siswa yang tinggal.

Di rumah yang gue tinggali, satu keluarganya ada sepasang suami istri, anak perempuannya sama suaminya, dan satu cucunya yang baru berusia sekitar dua bulanan gitudeeh. They’re really nice! Rumahnya juga oke banget sih menurut gue, nggak seperti bayangan orang-orang tentang rumah di pedesaan yang kumuh blablabla gitu, rumahnya bagus, udah dikeramik lantainya. Meskipun masih ada satu dua ruangan yang nggak dikeramikin, tapi okelaah. The unique part is, jadi atap kamar mandinya tuh agak rusak sedikit, jadi langsung nyambung ke ruang sebelah which is kandang lembu, jadi sambil mandi diiringi suara lembu gitu deh ulala.

Ruang Tamu

Ruang Tamu

Ruang Tengah

Ruang Tengah

Di rumah yang ditinggalin temen gue, masih semua alasnya dari semen, belom ada yang keramik, terus ayam-ayam peliharaan keluarganya bisa masuk begitu aja ke kamar mereka. Terus ada juga yang di bak air tempat ambil air buat mandinya ada ikan juga yang dipelihara, jadi harus nunggu air dari kerannya dulu kalau nggak mau pakai air yang di’tinggalin’ ikannya. Lucu banget deh kalau denger cerita-cerita mereka hahaha. Semacaam, kami semua udah enak tinggal di kota, terus harus tinggal di tempat yang berbeda dan harus ikut kehidupan di sana juga *ya that’s why they called it live in though!* :p

Si Bapak pemilik rumahnya ini pekerjaannya adalah bertani, mengurus sawah punya dia yang biasanya ditanemin padi, jagung sama kapulaga. Yah meskipun seringnya menantunya yang ngurus siih. Si Ibu, istrinya, sering bantuin suaminya di sawah, terus masak juga, jagain lembu sama ayam peliharaan di rumah juga. Mantunya kerjanya bantuin di sawah juga sama jadi penjaga gerbang di salah satu universitas deket sana. Kesibukan anaknya yang perempuan sih mostly ngurusin anaknya yang masih baby, that takes most of her time hehe.

Mas Eko (menantu) dan sawah mereka

Mas Eko (menantu) dan sawah mereka

Buat urusan belanja, beda bingits sama kita yang di kota yang bisa langsung ke supermarket gitu kan ya. Di sana si Ibu seringnya belanja di tukang sayur yang lewat depan rumah, dan jarang-jarang ke pasarnya. Karena…. pasarnya around 2 kilometer gitu, dan dia baru ke pasar itu kalau sekalian mau jual kelapa yang udah dia petik. Gue sempet ikut dia belanja sekali, lumayan juga yak jalan kaki, jalannya juga naik turun gitu heheh.

Perjalanan ke pasar

Perjalanan ke pasar

Pasar Kebumen

Pasar Kebumen

Selain tinggal dan ikut keseharian orang tua di sana, kita juga ada acara semacam evaluasi harian gitu, terus ada sesi ngajar juga di sekolah yang nggak jauh dari sana, plus ada malam kesenian juga. Jadi ada pertunjukan Jatilan (kuda lumping), beberapa pemain memainkan kuda lumpingnya diiringi sinden, until one point mereka kerasukan roh halus gitu dan narinya semakin dinamis sama sindennya.

Mengajar

Mengajar

Jatilan (Kuda Lumping)

Jatilan (Kuda Lumping)

Such a fun experience, seru banget, belajar banyak dan dapet suasana yang berbeda juga. Jadi kangen sama yang di sana :’) See you again Babadan!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Me, my friends, and family there (feels like giant, eh?)

Photo Story: Dieng Plateau!

Dieng Plateau, atau yang lebih dikenal dengan Dieng, merupakan kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Gue pergi ke sana bareng Klifonara (UKM Fotografi di kampus), buat acara ‘Koper Bakar Jagung’ (Klifonara Pergi Bawa Kamera Jangan Tanggung-Tanggung), hehe. Di sana dinginnnnn banget-banget, especially pas tengah malem dan subuh gitu, suhunya kalau siang hari sekitar 12-20 derajat celcius, dan kalau malam berkisar antara 6-10 derajat celcius. Jadi jangan lupa bawa ‘peralatan tempur’ yang tepat ya kalau mau ke sana hehe. Happy reading!

Kami dijadwalkan bangun dan berangkat ke Puncak Sikunir ini jam 3 pagi, supaya bisa melihat Sunrise dari Puncak Sikunir ini. Pemandangannya.. amazing! Bagus banget, cuma emang karena ngaret dan nggak pas jam 3, agak kesiangan pas nyampe puncaknya. But it's worth it! Buat pendakiannya, nggak begitu berat sih, cuma emang agak cape dan ditambah dinginnya itu. Tapi nggak terlalu susah dan... I was just using Crocs' sandals to climb up, even temen gue gara-gara minjemin sepatunya ke temen yang lain, cuma mendaki pakai kaos kaki!

Kami dijadwalkan bangun dan berangkat ke Puncak Sikunir ini jam 3 pagi, supaya bisa melihat Sunrise dari Puncak Sikunir ini. Pemandangannya.. amazing! Bagus banget, cuma emang karena ngaret dan nggak pas jam 3, agak kesiangan pas nyampe puncaknya. But it’s worth it! Buat pendakiannya, nggak begitu berat sih, cuma emang agak cape dan ditambah dinginnya itu. Tapi nggak terlalu susah dan… I was just using Crocs’ sandals to climb up, even temen gue gara-gara minjemin sepatunya ke temen yang lain, cuma mendaki pakai kaos kaki!

Here are our sleepy yet amazed faces to be here. Setelah sampai ke puncak yang ramai ini, tour guide ada yang menawarkan buat mendaki lebih tinggi lagi, to see an even-better view

Here are our sleepy yet amazed faces to be here. Setelah sampai ke puncak yang ramai ini, tour guide ada yang menawarkan buat mendaki lebih tinggi lagi, to see an even-better view

My favorite view of all! Ini fotonya dari atas Batu Pandang Ratapan Angin yang ada di wilayah Danau Toba, yang merupakan batu guede bingits dan bisa dinaikin buat foto di atas sana. Di atas bener-bener... serem guys :') tinggi banget, dan mundur lagi itu bisa langsung jatoh ke bawah, that's why meskipun temen-temen yang lain foto sambil berdiri, I don't dare to... But still, I love the view! <3

My favorite view of all! Ini fotonya dari atas Batu Pandang Ratapan Angin yang ada di wilayah Telaga Warna, yang merupakan batu guede bingits dan bisa dinaikin buat foto di atas sana. Di atas bener-bener… serem guys :’) tinggi banget, dan mundur lagi itu bisa langsung jatoh ke bawah, that’s why meskipun temen-temen yang lain foto sambil berdiri, I don’t dare to… But still, I really, really, really love the view! ❤

Here are ladies! Ini fotonya bukan dari atas lagi, tapi dari depan Danau Toba hehe.

Here are ladies! Ini fotonya bukan dari atas lagi, tapi dari depan Telaga Warna hehe.

Jengjengg, ini dia Dieng Plateau Theatre. Di sini kita bisa nonton tentang sejarang Dieng, dilengkapi dengan audio visual dan film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit. Teater ini berukuran mini, menampung sekitar 60 penonton untuk menonton di layar berukuran 2x3 meter

Jengjengg, ini dia Dieng Plateau Theatre. Di sini kita bisa nonton tentang sejarang Dieng, dilengkapi dengan audio visual dan film dokumenter berdurasi sekitar 20 menit. Teater ini berukuran mini, menampung sekitar 60 penonton untuk menonton di layar berukuran 2×3 meter

Ini dia salah satu bangunan dalam kompleks Candi Arjuna. Ini merupakan salah satu lokasi terendah di Dieng, waktu suhu terendah di tengah malam beberapa waktu lalu, daun-daun di sini membeku saking dinginnya! Liat langitnya? Looks like ice cream! hehe. Suka banget sama langit Dieng yang birunya bener-bener bagus pas siang, dan cantik gini pas sore <3 Btw, gue sama beberapa temen ke sini lagi pas tengah malem gitu, buat hunting foto. And.... it was really freezing out there! Tapi emang hasil fotonya tjakep ;)

Ini dia salah satu bangunan dalam kompleks Candi Arjuna. Ini merupakan salah satu lokasi terendah di Dieng, waktu suhu terendah di tengah malam beberapa waktu lalu, daun-daun di sini membeku saking dinginnya! Liat langitnya? Looks like ice cream! hehe. Suka banget sama langit Dieng yang birunya bener-bener bagus pas siang, dan cantik gini pas sore ❤
Btw, gue sama beberapa temen ke sini lagi pas tengah malem gitu, buat hunting foto star trail sama milky way. And…. it was really freezing out there! Kita stay sampai sekitar jam 2an gitu deh.Tapi emang hasil fotonya tjakep 😉

Lihat space besar di belakang kami? Itu namanya Sumur Jalatunda. Buat sampai ke sini, kita harus menaiki sekitar 200an anak tangga dulu. Ada sebuah legenda di sini, katanyaa kalau bisa ngelempar batu dan sampai ke dinding di ujung (which is sumur ini diameternya 50 meter), apa yang kita cita-citakan bisa terwujud. Akan ada beberapa orang di sana yang jualin batu yang bisa dipakai buat ngelempar, heheh

Lihat space besar di belakang kami? Itu namanya Sumur Jalatunda. Buat sampai ke sini, kita harus menaiki sekitar 200an anak tangga dulu. Ada sebuah legenda di sini, katanyaa kalau bisa ngelempar batu dan sampai ke dinding di ujung (which is sumur ini diameternya 50 meter), apa yang kita cita-citakan bisa terwujud. Akan ada beberapa orang di sana yang jualin batu yang bisa dipakai buat ngelempar, heheh

Kawah Sikidang! Obyek wisata ini merupakan bekas letusan gunung merapi yang membentuk kawah, which is masih aktif sampai sekarang, dan cukup aman dikunjungi, karena kadar belerangnya rendah. Tapi tetap jangan lupa pakai masker yah! Nggak jauh dari pusat kawahnya, ada beberapa penjual yang menjajakan barang dagangannya, mulai dari makanan ringan, sampai bunga edelweiss, dan juga kerajinan khas di sana.

Kawah Sikidang! Obyek wisata ini merupakan bekas letusan gunung merapi yang membentuk kawah, which is masih aktif sampai sekarang, dan cukup aman dikunjungi, karena kadar belerangnya rendah. Tapi tetap jangan lupa pakai masker yah! Nggak jauh dari pusat kawahnya, ada beberapa penjual yang menjajakan barang dagangannya, mulai dari makanan ringan, sampai bunga edelweiss, dan juga kerajinan khas di sana.

Ini dia losmen tempat kita menginap. Ada 3 lantai, lantai paling bawah ada rumah makan dan tempat tinggal pemilik rumah, lantai kedua dan ketiga ada kamar yang bisa dipakai oleh penyewa

Ini dia losmen tempat kita menginap. Ada 3 lantai, lantai paling bawah ada rumah makan dan tempat tinggal pemilik rumah, lantai kedua dan ketiga ada kamar yang bisa dipakai oleh penyewa

Here are our transportation! Jadi berangkatnya dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Purwokerto, kemudian nyambung naik bus lagi yang sudah disiapkan travelnya

Here are our transportation! Jadi berangkatnya dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Purwokerto, kemudian nyambung naik bus lagi yang sudah disiapkan travelnya

Udah liat kan seberapa kerennya Dieng?! So don’t forget to put Dieng on your travel list!<3

Psst! Di Dieng ada acara yang namanya Dieng Culture Festival. Jadi itu acara pesta budaya terbesar yang diadakan setiap tahunnya di Dieng. Garis besarnya, inti acara ini tuh Prosesi Ruwatan rambut Gimbal, yang juga  dimeriahkan dengan Program-program lain seperti Pentas Seni Budaya, Pergelaran Wayang Kulit, Festival Film, Pertunjukan Jazz atas awan dan lainnya. Jadi jangan lupa cek tanggal juga, siapa tau bisa ikutan!

Article: Restaurant Review – Bangkok Jam

Kiw! Last but not least, di artikel minggu ini gue akan ngereview sebuah restoran Thailand yang ada di daerah Alam Sutera, tepatnya di mall Living World Ground Floor/13 yang letaknya ada di antara Bread Life dan Marutama Ramen. It’s Bangkok Jam! Bangkok Jam merupakan sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Thailand sebagai menu utamanya. Mulai dari nasi goreng, seafood, ayam, sayuran, salad, sup, sampai dessert dan minuman khas Thailand.  Restoran ini memiliki kapasitas sampai 100-an orang dan buka dari jam 10 pagi sampai 9 malam, mengikuti jam operasional mall.

Bangkok Jam's front look

Bangkok Jam’s front look

Our's

Our’s

I’ve been eating here a few times and here what I ordered on my latest visit, check it out!
Gue makan sama ortu di sini, and here are what our orders look like ehehe.

Stir fry mixed vegetables (Pad phak ruammit naam man hoy)

Stir fry mixed vegetables

The first one is Stir fry mixed vegetables (or in Thai language, pad phak ruammit naam man hoy). Basically ini mixed vegetables yang ditumis sama saus tiram. Sayurannya ada wortel, brokoli, kacang kapri, jamur, sama kembang tahu, dan ya itu tadi, ‘dibalurin‘ sama saus tiram. I like it!

Hot & Sour Soup

Hot & Sour Soup

Next we got Hot & Sour Soup (Keang som). Jadi itu ikan gurame fillet yang digoreng dan dicampur bermacam sayuran terus dimasak di kuah asam pedas gituu. Isinya ada ikan, lobak, wortel, kacang panjang, sawi, sama caisim :9 Enak sebenernya, just a lil’ bit too salty. Then we also ordered Sweet snow peas with garlic (tua rantau pad gratiem). Which is kacang kapri yang ditumis sama bawang putih *never know that it’s name may be that cool in English, heheh*

Green Papaya Salad

Green Papaya Salad

Buat pelengkapnya, kita pesen Green papaya salad (som tum), jadi ini semacam salad khas Thailand yang wujudnya tuh pepaya muda yang diserut terus disiram saus Thai, ada kacang panjang, tomat, kacang mede dan kacang tanah yang ngelengkapinnya. Sebenernya gue suka papaya salad, tapi agak terlalu pedas ya yang dimakan kali ini, I prefer the un-spicy one 😉

Thai Tea <3

Thai Tea ❤

Last, untuk minumannya kami pesan ice thai tea, which is my favorite after all ❤

Satu hal yang baru gue ‘ngeh’, kok pegawainya cowok semua ya? Hahaha. Tapi so far pelayanannya oke, cepet juga datengnya, menanggapi customernya juga dengan baik. Terus mereka lagi ada beberapa promo gitu, bisa tukar poin dari salah satu provider (Telkomsel) yang bisa ditukar dengan segelas thai tea, atau potongan Rp 30.000,- untuk transaksi di atas Rp 150.000,-. Terus ada juga paket-paket dengan harga lebih murah yang bisa dibeli dari salah satu penyedia kupon (Lakupon), sayangnya baru liat promonya pas mau makan di sana hehe. Terus untuk interiornya, restorannya cukup open-area ya, karena pas masuk emang nggak ada pintu khususnya, dan di sebelah kiri dari arah masuk ada jendela/ pintu besar yang terbuka, dan bisa  buat keluar masuk juga hehe. Di tembok belakangnya ada tulisan menu-menu yang tersedia yang dicetak gede. Setiap meja yang ada umumnya menampung 4 orang pengunjung, tapi jika lebih dari 4 orang yang datang, meja-meja yang ada bisa digabungkan. Warna utama restoran ini adalah hitam putih, yang bisa dilihat dari warna meja, kursi, serta nama restorannya. Tapi warna hitam-putih tersebut dilengkapi pula dengan warna-warni lain seperti lampunya yang berwarna merah.

Range harga makanan berat untuk satuporsi lauk/ satu porsi makanan langsung seperti nasi goreng di Bangkok Jam ini berkisar antara Rp 30.000,- sampai Rp 110.000,- . Untuk dessert, harganya berada di kisaran Rp 20.000,- an, dan untuk minumnya berkisar pada harga Rp 10.000,- sampai Rp 40.000,-

Happy trying!

Photo Story : Thailand

On this 3rd week, I’m going to talk about Thailand. Di photo story kali ini, gua akan ceritain trip dan tempat-tempat yang gue kunjungin pas ke Thailand Desember 2014 lalu, enjoy!

This is where we stayed last time, Baiyoke hotel. Baiyoke itu ada 2,Baiyoke Suite Hotel (Yang lama) dan Baiyoke Sky hotel (the taller one, the newer one). So far gue suka sih, gue stay di lantai 24 gitu dan kamarnya gede banget, semacam 2 kamar yang dijadiin satu gitu, ada 3 single bed di dalamnya

This is where we stayed last time, Baiyoke hotel. Baiyoke itu ada 2,Baiyoke Suite Hotel (Yang lama) dan Baiyoke Sky hotel (the taller one, the newer one). So far gue suka sih, gue stay di lantai 24 dan kamarnya gede banget, semacam 2 kamar yang dijadiin satu gitu, ada 3 single bed di dalamnya

See the golden stuff in the middle? Itu patung four-faces Buddha, kita Cuma ngeliat dari atas jembatan di deket situ aja. Cukup ramai, dan banyak kuil serta patung yang kurang lebih sejenis, tersebar di Bangkok. Banyak juga penjual bunga di sekitar tempat-tempat ibadah yang ada.

See the golden stuff in the middle? Itu patung four-faces Buddha, kita Cuma ngeliat dari atas jembatan di deket situ aja. Cukup ramai, dan banyak kuil serta patung yang kurang lebih sejenis, tersebar di Bangkok. Banyak juga penjual bunga di sekitar tempat-tempat ibadah yang ada.

Wat Arun (“Temple of Dawn”)!  Merupakan sebuah kuil Buddhist di Bangkok yang letaknya nggak jauh dari Sungai Chao Phraya. It’s ... very, very steep, harus hati-hati banget deh naik turunnya! Tiket masuknya 40 Baht per orang. Btw, di sebagian besar (atau malah semua?) kuil-kuil gini nggak memperbolehkan untuk memakai celana pendek, terutama buat ceweknya. Jadi mereka menyediakan penyewaan kain, tapi akan lebih baik kl langsung pakai celana panjang aja biar nggak ribet ;)

Wat Arun (“Temple of Dawn”)! Merupakan sebuah kuil Buddhist di Bangkok yang letaknya nggak jauh dari Sungai Chao Phraya. It’s … very, very steep, harus hati-hati banget deh naik turunnya! Tiket masuknya 40 Baht per orang. Btw, di sebagian besar (atau malah semua?) kuil-kuil gini nggak memperbolehkan untuk memakai celana pendek, terutama buat ceweknya. Jadi mereka menyediakan penyewaan kain, tapi akan lebih baik kl langsung pakai celana panjang aja biar nggak ribet 😉

Wat Pho merupakan sebuah kuil Buddhist, which also as known as Temple of the Reclining Buddha. It has golden coloured, dan begitu masuk amazed banget soalnya berkilau dan supeer guede, panjangnya 40an meter dan tingginya 15 meter, superb!

Wat Pho merupakan sebuah kuil Buddhist, which also as known as Temple of the Reclining Buddha. It has golden coloured, dan begitu masuk amazed banget soalnya berkilau dan supeer guede, panjangnya 40an meter dan tingginya 15 meter, superb!

Khaosan Road, one of the most famous place in Thailand. Personally menurut gue sih nggak terlalu banyak ada apa-apa di sini, cuma satu jalan panjang gitu yang jual banyak hal semacam makanan sama baju-baju gitu, juga tempat buat tattoo juga. Must try: Thai Massage & Coconut  Ice cream!

Khaosan Road, one of the most famous place in Thailand. Personally menurut gue sih nggak terlalu banyak ada apa-apa di sini, cuma satu jalan panjang gitu yang jual banyak hal semacam makanan sama baju-baju gitu, juga tempat buat tattoo juga. Must try: Thai Massage & Coconut Ice cream!

Asiatique Riverfront, Day 2. Asiatique ini merupakan sebuah mall gede yang lokasinya outdoor, open-air gitu. Posisinya menghadap sungai Chao Phraya, dan jalan Charoen Krung. How to get there? Bisa naik taksi, atau naik shuttle free (boat) yang ada di Saphan Taksin. Ada banyak toko juga, bentuknya per section-section gitu juga, terus di sekelilingnya juga ada restoran, cabaret show, muay thai, dan lain-lain.

Asiatique Riverfront. Asiatique ini merupakan sebuah mall gede yang lokasinya outdoor, open-air gitu. Posisinya menghadap sungai Chao Phraya, dan jalan Charoen Krung. How to get there? Bisa naik taksi, atau naik shuttle free (boat) yang ada di Saphan Taksin. Ada banyak toko juga, bentuknya per section-section gitu juga, terus di sekelilingnya juga ada restoran, cabaret show, muay thai, dan lain-lain.

Chatuchak, Day 3. Chatuchak ini sebuah pasar guede yang buka di weekend. Pasar ini jual beragam banget, dari baju-baju, makanan minuman, bahan mentah, sampe hewan peliharaan pun juga ada. Tapi ya gitu sih, enggak terlalu interest banget sih gue ehehe. Btw ada ribuan toko di Chatuchak ini dan dibagi per section, sesuai jualannya.

Chatuchak. Chatuchak ini sebuah pasar guede yang buka di weekend. Pasar ini jual beragam banget, dari baju-baju, makanan minuman, bahan mentah, sampe hewan peliharaan pun juga ada. Tapi ya gitu sih, enggak terlalu interest banget sih gue ehehe. Btw ada ribuan toko di Chatuchak ini dan dibagi per section, sesuai jualannya.

Chinatownnya di Bangkok. Nggak terlalu ada apa-apa, paling semacam jualan-jualan makanan dan toko-toko biasa gitu. But one thing, waktu itu bener-bener rame banget di jalan utamanya, jadi pas mau pulang nyari taksi harus jalan agak jauh dulu, soalnya taksi yang udah stuck di kemacetan situ either nggak mau nganterin balik ke hotel, atau matok harganya tinggi

Chinatownnya di Bangkok. Nggak terlalu ada apa-apa, paling semacam jualan-jualan makanan dan toko-toko biasa gitu. But one thing, waktu itu bener-bener rame banget di jalan utamanya, jadi pas mau pulang nyari taksi harus jalan agak jauh dulu, soalnya taksi yang udah stuck di kemacetan situ either nggak mau nganterin balik ke hotel, atau matok harganya tinggi

Wat Traimit, kuil dengan patung Buddha yang terbuat dari 5,5 ton emas. Selain tempat yang ada patungnya di mana pengunjung bisa sembahyang atau sekadar berfoto, juga ada museumnya yang bisa dikunjungi.

Wat Traimit, kuil dengan patung Buddha yang terbuat dari 5,5 ton emas. Selain tempat yang ada patungnya di mana pengunjung bisa sembahyang atau sekadar berfoto, juga ada museumnya yang bisa dikunjungi. Btw.. Bangkok puanaaasss banget banget! Sepanas itu pun itungannya masih winter, so prepare yourself, bawa payung dan pakai sunblock yang banyak!

This is where we went on the 4th Day, Pattaya. Jadi book 1 taksi gitu buat nganterin keliling Pattaya, dijemput jam 7 pagi dan akan sampai di Bangkok lagi jam 6. Di Pattaya kita ke Nong Nooch, taman bunga gitu. Di beberapa spot tertentu bagus, soalnya banyak bunga-bunganya gitcu. Next ada Silverlake Grape Farm, baguus, ijo-ijo everywhere, ada satu tokonya juga jual berbagai macam produk anggur, jus anggur, buahnya, minyak aroma terapi, dll. Lanjut lagi ke Mini Siam, jadi semacam objek-objek wisata dunia tapi versi mini, semacam TMII gitu. From my opinion sih kurang bagus ya, kurang terawat gitu objek-objeknya. Then kita ke Pattaya Floating Market, jual macem-macem gitu,mulai dari baju sampai makanan. Last, pas mau pulang kita ke Jotunem beach, but we’re just passing through and then got back to Bangkok.

This is where we went on the 4th Day, Pattaya. Jadi book 1 taksi gitu buat nganterin keliling Pattaya, dijemput jam 7 pagi dan akan sampai di Bangkok lagi jam 6. Di Pattaya kita ke Nong Nooch, taman bunga gitu. Di beberapa spot tertentu bagus, soalnya banyak bunga-bunganya gitcu. Next ada Silverlake Grape Farm, baguus, ijo-ijo everywhere, ada satu tokonya juga jual berbagai macam produk anggur, jus anggur, buahnya, minyak aroma terapi, dll. Lanjut lagi ke Mini Siam, jadi semacam objek-objek wisata dunia tapi versi mini, semacam TMII gitu. From my opinion sih kurang bagus ya, kurang terawat gitu objek-objeknya. Then kita ke Pattaya Floating Market, jual macem-macem gitu,mulai dari baju sampai makanan. Last, pas mau pulang kita ke Jomtien beach, but we’re just passing through and then got back to Bangkok.

The first time we got into Tuktuk, salah satu alat transportasi di Thailand. Bentuknya mirip sama bajaj di Indonesia, tapi bedanya ini terbuka jadi angin everywhere gitu deh heheh. Cuma sekali naik tuk tuk pas di sana, soalnya lebih praktis dan murah kalau naik taksi hehe.

The first time we got into Tuktuk, salah satu alat transportasi di Thailand. Bentuknya mirip sama bajaj di Indonesia, tapi bedanya ini terbuka jadi angin everywhere gitu deh heheh. Cuma sekali naik tuk tuk pas di sana, soalnya lebih praktis dan murah kalau naik taksi hehe.

It's Madame Tussaud's! Wax museum yang tersebar juga di negara-negara lain ini merupakan museum yang menampilkan puluhan sampai ratusan tokoh-tokoh yang terbuat dari lilin, yang dibuat persis dengan aslinya. If you can't meet them in the real life, you can even take dozens of

It’s Madame Tussaud’s! Wax museum yang tersebar juga di negara-negara lain ini merupakan museum yang menampilkan puluhan sampai ratusan tokoh-tokoh yang terbuat dari lilin, yang dibuat persis dengan aslinya. If you can’t meet them in the real life, you can even take dozens of “selfies” with them here!

It's Jim Thompson's House! Jadi sebenernya ini rumah seorang Amerika yang jatuh cinta dan akhirnya melestarikan thai silk. Tapi di usianya ke 61 (1967), dia menghilang dan akhirnya rumahnya dibuka untuk umum sebagai museum. Setelah membayar dan memilih bahasa yang digunakan, kita akan dikasih jadwal jam berapa tur kita akan dimulai buat keliling rumah. Selain itu, ada juga function hall yang kadang kali ada pameran, terus ada shop hasil kerajinannya (which is bagus-bagus tapi harganya juga bagus :')) DI sepanjang turnya itu akan ditemenin sama satu tour guide yang akan menjelaskan seluk beluk rumahnya dan sejarah dari Jim Thompson

It’s Jim Thompson’s House! Jadi sebenernya ini rumah seorang Amerika yang jatuh cinta dan melestarikan thai silk. Tapi di usianya ke 61 (1967), dia menghilang dan akhirnya rumahnya dibuka untuk umum sebagai museum. Setelah membayar dan memilih bahasa yang digunakan, kita akan dikasih jadwal jam berapa tur kita akan dimulai buat keliling rumah. Selain itu, ada juga function hall yang kadang kali ada pameran, terus ada shop hasil kerajinannya (which is bagus-bagus tapi harganya juga bagus :’)) DI sepanjang turnya itu akan ditemenin sama satu tour guide yang akan menjelaskan seluk beluk rumah dan sejarahnya dari Jim Thompson

New Year's Eve di mana pun sama ramenya yaa, included in Bangkok. Ruameeee banget-banget. Ada satu jalan gede di deket hotel yang gue tinggalin juga ditutup gitu dan jadi spot banyak orang-orang jualan, terus ada juga set up panggung buat countdown gitu. Uniknya, di area satu mall bisa ada sampe 3 panggung yang 'beradu' suara sama-sama dengan acara mereka masing-masing gitu deh

New Year’s Eve di mana pun sama ramenya yaa, included in Bangkok. Ada satu jalan gede di deket hotel yang gue tinggalin juga ditutup gitu dan jadi spot banyak orang-orang jualan, terus ada juga set up panggung buat countdown gitu. Uniknya, di area satu mall bisa ada sampe 3 panggung yang ‘beradu’ suara sama-sama dengan acara mereka masing-masing gitu deh

Taraah, ini dia Pratunam Market, pasar yang mostly jual baju gitu. Ruameeeeeeeee banget-banget deh pas kalau pagi-pagi ke situ. Baju-bajunya oke-oke modelnya, nggak beda jauh kalau biasa liat online shop yang ambil produknya dari Bangkok hehe.

Taraah, ini dia Pratunam Market, pasar yang mostly jual baju gitu. Ruameeeeeeeee banget-banget deh pas kalau pagi-pagi ke situ. Baju-bajunya oke-oke modelnya, nggak beda jauh kalau biasa liat online shop yang ambil produknya dari Bangkok hehe.

It's Platinum Fashion Mall, semacam Mangga Dua gitu sih, mostly jual baju. Banyak banget tokonya, dan baju-bajunya juga oke oke sih, ya mirip sama yang sering ada di toko-toko online gitu. Ada aksesoris juga, di lantai paling bawah ada restorannya juga.

It’s Platinum Fashion Mall, semacam Mangga Dua gitu sih, mostly jual baju. Banyak banget tokonya, dan baju-bajunya juga oke , ya mirip juga sama yang sering ada di toko-toko online gitu. Ada aksesoris juga, di lantai paling bawah ada restorannya juga.

Ini dia yang dibeli di hari terakhir: Oleh-oleh! Udah semacam mau buka toko deh pas pulang hehe. We bought it at Big C, satu supermarket yang nggak begitu jauh dari hotel.

Ini dia yang dibeli di hari terakhir: Oleh-oleh! Udah semacam mau buka toko deh pas pulang hehe. We bought it at Big C, satu supermarket yang nggak begitu jauh dari hotel.

Ini adalah tarif kalau naik taksi di Bangkok, yang dilihat dari jarak yang kita tempuh. Personally gue lebih prefer taksi sih dibanding transportasi lainnya, soalnya lebih praktis, adem, tinggal duduk aja, dan nggak mahal juga hehe.

Ini adalah tarif kalau naik taksi di Bangkok, yang dilihat dari jarak yang kita tempuh. Personally gue lebih prefer taksi sih dibanding transportasi lainnya, soalnya lebih praktis, adem, tinggal duduk aja, dan nggak mahal juga hehe.

Selama trip gue ke Thailand, satu hal yang jelas adalah, I could see thousands of King's picture, anything about King, until this phone's cases. Pas gue tanya ke salah satu sopir taksi, he answered with

Selama trip gue ke Thailand, satu hal yang jelas adalah, I could see thousands of King’s picture, anything about King, until this phone’s cases. Pas gue tanya ke salah satu sopir taksi, he answered with “Because Thai people just love their King so much”

FOOD!!! Suka banget deh sama makanan-makanan yang ada di Thailand. Mulai dari minuman sama dessert macam Thai tea, jus anggur, jus-jus yang dijual di pinggir jalan, es krim kelapa, sampe Khao niao mamuang (ketan sama mangga dengan saus). Sampai makanan berat semacam pad thai (kwetiau) yang ditaburin kacang sama tom yumnya. Love it! *Next time pengen ke Thailand belanja sama wisata kuliner aja!*

FOOD!!! Suka banget deh sama makanan-makanan yang ada di Thailand. Mulai dari minuman sama dessert macam Thai tea, jus anggur, jus-jus yang dijual di pinggir jalan, es krim kelapa, sampe Khao niao mamuang (ketan sama mangga dengan saus). Juga makanan berat semacam pad thai (kwetiau) yang ditaburin kacang sama tom yumnya. Love it!  

Video: Learn Thai Language!

Halooo! Di minggu ketiga ini gue akan ngebahas tentang Thailand. Untuk videonya gue akan bahas secara singkat tentang belajar bahasa Thailand, photo storynya tentang jalan-jalan ke Thailand, serta artikelnya gue akan review sebuah restoran Bangkok. So keep on updating!

Video Story : Korean Wave, Masihkah?

Annyeong Haseyo! Di video story kali ini, gue tanya ke beberapa orang responden, masih nggak sih ada demam Korea di Indonesia? Apakah mereka tahu pernah ada korean-wave, apakah mereka termasuk yang suka, dan apakah sekarang masih terjadi korean-wavenya? Penasaran kan pastinya, langsung aja tonton videonya ya!